Daripohuwato.id – Dinamika pembangunan daerah yang semakin kompleks menuntut keterlibatan aktif generasi muda, tidak hanya sebagai penggerak sosial, tetapi juga sebagai bagian dari pengambil kebijakan. Dalam konteks ini, sejumlah kalangan mulai mendorong figur-figur muda potensial untuk mengambil peran strategis di ranah politik.
Salah satu nama yang mencuat adalah Ketua KNPI provinsi Gorontalo Bung Riyanto Ismail yang dinilai memiliki kapasitas, pengalaman, dan rekam jejak dalam memperjuangkan aspirasi pemuda di daerah.
Ketua KNPI pohuwato menilai bahwa selama ini banyak gagasan dan gerakan kepemudaan yang belum maksimal terakomodasi dalam kebijakan publik.
“Pemuda punya energi dan gagasan, tapi seringkali terbatas ruangnya. Masuk ke partai politik adalah langkah strategis agar perjuangan itu bisa berdampak langsung dalam kebijakan,” ujar salah satu pengamat.
Dorongan serupa juga datang dari tokoh masyarakat dan aktivis pemuda Fikran Onto yang melihat bahwa regenerasi kepemimpinan perlu didorong secara konkret, bukan hanya dalam wacana.
Menurut mereka, figur Ketua KNPI Provinsi Gorontalo dianggap representatif karena selama ini aktif dalam berbagai isu sosial, kepemudaan, dan pembangunan daerah.
“Kalau ingin perubahan yang lebih nyata, maka kader-kader terbaik pemuda harus berani masuk ke dalam sistem,” ungkap Fikran salah satu tokoh pemuda.
Menanggapi hal tersebut, Riyanto Ismail (Ketua KNPI) menyampaikan bahwa dirinya tetap fokus pada pengabdian kepada masyarakat dan pemuda. Namun demikian, ia tidak menutup kemungkinan untuk mengambil langkah strategis apabila hal tersebut dinilai sebagai bagian dari perjuangan yang lebih luas.
“Bagi saya, yang terpenting adalah bagaimana tetap bisa berkontribusi untuk daerah dan pemuda. Apapun jalannya, selama itu untuk kepentingan masyarakat, tentu akan menjadi pertimbangan,” ujarnya.
Fenomena ini menjadi sinyal kuat bahwa peran pemuda dalam politik tidak lagi bisa dipandang sebelah mata. Keterlibatan aktif generasi muda diharapkan mampu membawa warna baru dalam proses pembangunan dan pengambilan kebijakan di daerah.
Dengan semakin menguatnya dorongan dari berbagai pihak, publik kini menanti langkah selanjutnya dari figur-figur muda potensial dalam menentukan arah pengabdiannya ke depan.








