Daripohuwato.id – Ada momen menarik dalam penutupan Open Turnamen Catur Pohuwato Cup 2026 yang berlangsung di pelataran Pantai Pohon Cinta, Minggu malam (10/05/2026). Ketua Percasi Pohuwato, Abdul Hamid Sukoli, secara khusus mengungkap sosok yang dinilainya paling strategis di balik suksesnya pelaksanaan turnamen tersebut.
Dalam sambutannya, AHS menyebut nama Yosar atau yang akrab disapa Bang Oca sebagai figur penting yang menginspirasi lahirnya turnamen catur di Kabupaten Pohuwato.
“Namun ada satu sosok yang sangat strategis dan penting di balik agenda ini. Saya menyapanya Bang Oca, teman-teman tentu mengenalnya sebagai Yosar. Kami termotivasi melaksanakan turnamen catur ini atas kehendak beliau,” ujar AHS di hadapan peserta dan tamu undangan.
Ia kemudian mengenang kedekatannya dengan Yosar sejak duduk di bangku SMP. Menurutnya, sejak kelas 1 SMP, Yosar sudah dikenal mahir bermain catur dan memiliki kecintaan besar terhadap olahraga adu strategi tersebut.
“Saya satu kelas dengan beliau. Saya tahu betul bagaimana beliau sudah mahir bermain catur sejak SMP. Bahkan dulu beliau sering terlambat ke sekolah karena semalaman bermain catur dengan almarhum Yusuf Monoarfa hingga menjelang siang,” kenangnya.
AHS juga menceritakan pengalaman unik saat Yosar bertanding catur dengan almarhum Yusuf Monoarfa. Dalam pertandingan itu, siapa yang kalah harus menerima hukuman berupa menghabiskan satu gelas hingga satu ceret air minum. Menurutnya, momen tersebut menjadi kenangan yang tak terlupakan sekaligus menunjukkan besarnya kecintaan Yosar terhadap dunia catur.
“Saya menyaksikan langsung bagaimana mereka berdua menjalani hukuman itu. Dari situ saya melihat bahwa sosok Yosar memang sangat lekat dengan dunia catur,” katanya.
Lebih lanjut, Abdul Hamid menilai Yosar bukan hanya sekadar pecinta catur, tetapi juga pribadi yang menjadikan catur sebagai filosofi kehidupan. Nilai strategi, kesabaran, dan ketelitian dalam permainan catur disebutnya diterapkan Yosar dalam kehidupan sehari-hari.
“Bagi beliau, catur bukan hanya papan 64 kotak. Catur adalah pelajaran hidup. Saya banyak belajar dari beliau tentang bagaimana nilai-nilai catur diterapkan dalam kehidupan,” ungkapnya.
Bahkan, Abdul Hamid mengaku mulai serius mempelajari catur setelah mendapat dorongan langsung dari Yosar. Sebagai seorang politisi, ia pernah ditegur karena tidak memahami permainan catur.
“Beliau pernah mengatakan kepada saya, ‘Anda politisi tapi tidak tahu bermain catur. Seharusnya politisi tahu bermain catur karena catur adalah bagian dari pelajaran politik.’ Dari situlah saya termotivasi belajar,” tutur Abdul Hamid yang disambut tepuk tangan peserta.
Menurutnya, sebagian besar gagasan hingga terselenggaranya Open Turnamen Catur Pohuwato Cup 2026 tidak lepas dari pemikiran, dukungan, dan kontribusi Yosar dalam membangun tradisi catur di Kabupaten Pohuwato.
Menutup sambutannya, Abdul Hamid menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, dan masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan turnamen tersebut.
“Kami merasa bangga dan berterima kasih atas seluruh antusiasme dan partisipasi semua pihak. Semoga seluruh tamu dan peserta yang hadir malam ini dapat kembali ke rumah masing-masing dalam keadaan sehat walafiat,” tutupnya.






