Daripohiwato.id – Reses Anggota DPRD Kabupaten Pohuwato pada masa sidang kedua tahun kedua resmi berakhir. Dalam kegiatan tersebut, salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat adalah persoalan sedimen yang diduga menjadi penyebab gagal tanam dan gagal panen di sejumlah wilayah persawahan.
Sejumlah petani menuding aktivitas penambangan rakyat sebagai penyebab utama masuknya sedimen ke areal persawahan. Namun, khusus di Kecamatan Buntulia dan Duhiadaa, sedimen yang terbawa aliran air ke lahan pertanian dinilai tidak sepenuhnya berasal dari aktivitas tambang rakyat.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen bersama, para penambang lokal secara swadaya melakukan gotong royong pengerukan sedimen di saluran irigasi, mulai dari saluran sekunder, primer hingga tersier. Upaya tersebut dilakukan untuk meminimalisir masuknya sedimen ke areal persawahan.
“Lewat gotong royong, kami tetap berkomitmen untuk merespons setiap keluhan petani. Kami juga menyadari bahwa upaya ini tidak serta-merta menyelesaikan masalah, namun satu hal yang pasti, kami terbuka untuk mendengar dan berdialog dengan para petani,” ujar perwakilan penambang.
Ia juga menjelaskan bahwa saat ini YR Team masih terus melakukan normalisasi saluran air, yang dimulai dari Sungai Hulawa hingga ke wilayah hilir.
“YR Team sudah hampir tiga pekan melakukan normalisasi, mulai dari Sungai Hulawa, bendungan, dan saat ini pekerjaan telah memasuki wilayah Kecamatan Duhiadaa,” jelasnya.
Sumber tersebut menambahkan, video banjir yang beredar di grup WhatsApp maupun media sosial lainnya menjadi bukti bahwa sedimen yang masuk ke areal persawahan tidak sepenuhnya bersumber dari aktivitas tambang rakyat, melainkan juga dipengaruhi faktor lain seperti tingginya curah hujan dan limpasan air sungai.







