KNPI Apresiasi Gerak Cepat Disperindagkop Usut Lonjakan Harga BBM di Pohuwato

Daripohuwato.id – DPD II KNPI Kabupaten Pohuwato mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Pohuwato dalam merespons lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tingkat pengecer.

Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Sekretaris Pengkajian Kebijakan Publik Investasi dan Penanaman Modal DPD II KNPI Pohuwato, Abdul Karim Abutahi, kepada awak media, Selasa (12/5/2026).

Abdul Karim menilai inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Disperindagkop Pohuwato merupakan langkah tepat untuk mengetahui penyebab melonjaknya harga BBM di masyarakat, khususnya di tingkat pengecer atau Pom Mini.

“Langkah cepat yang dilakukan Disperindagkop patut diapresiasi karena turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi distribusi BBM dan mendengar keluhan masyarakat maupun pelaku usaha,” ujarnya.

Dia menegaskan, persoalan kenaikan harga BBM eceran tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Menurutnya, pemerintah daerah perlu melakukan pengawasan berkelanjutan agar distribusi BBM tetap berjalan sesuai ketentuan dan tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu.

Ia berharap hasil sidak tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum dan instansi teknis lainnya, guna menertibkan praktik perantara atau calo yang menyebabkan harga BBM di tingkat pengecer melonjak tinggi.

Sebelumnya, Disperindagkop Pohuwato melakukan inspeksi mendadak pada Selasa (12/5/2026) mulai pukul 12.00 hingga 13.40 WITA. Sidak menyasar sejumlah unit Pom Mini di wilayah Kecamatan Marisa dan Kecamatan Duhiadaa.

Dari hasil pemantauan di lapangan, tim menemukan adanya lonjakan harga jual BBM di tingkat pengecer yang dipicu praktik perantara dalam distribusi BBM.

Berdasarkan hasil investigasi, sejumlah pemilik Pom Mini mengaku memperoleh pasokan BBM melalui pihak ketiga dengan harga yang sudah tinggi sebelum dijual kembali kepada masyarakat.

Tim sidak mencatat harga Pertalite di sejumlah Pom Mini dijual sekitar Rp15 ribu per liter. Harga tersebut dipengaruhi tingginya biaya pembelian dari calo yang menjual BBM dalam ukuran galon 34 hingga 35 liter dengan harga berkisar Rp450 ribu hingga Rp470 ribu.

Sementara itu, untuk penjualan eceran menggunakan botol, Pertalite ukuran botol Aqua penuh dijual Rp23 ribu hingga Rp25 ribu per botol. Sedangkan ukuran botol Coca-Cola dijual sekitar Rp15 ribu per botol.

Pos terkait