Penertiban PETI di Pohuwato Tuai Apresiasi Tokoh Masyarakat, Kualitas Air Irigasi Mulai Membaik

Daripohuwato.id – Penertiban aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Pohuwato mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari tokoh masyarakat Kecamatan Duhiadaa, Abdul Rahman Lukum, yang mengapresiasi langkah tegas aparat penegak hukum.

Dia menyampaikan ucapan terima kasih atas upaya penertiban yang dinilainya telah memberikan dampak nyata, khususnya terhadap perbaikan kondisi lingkungan dan sektor pertanian masyarakat.

“Dengan adanya penertiban ini, alhamdulillah kondisi air yang mengaliri sawah-sawah warga sudah mulai terlihat lebih jernih dibandingkan sebelumnya,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, para petani setempat bahkan telah turun langsung ke sawah untuk memastikan kondisi air irigasi. Hasilnya, air yang sebelumnya keruh kini mulai membaik sehingga menumbuhkan harapan bagi petani untuk kembali mengolah lahan dan memulai musim tanam.

“Tadi kami para petani juga sudah melihat langsung ke sawah. Airnya sudah jernih. Semoga ke depan kami bisa kembali menanam tanpa kendala,” tambahnya.

Menurutnya, aktivitas PETI selama ini diduga kuat menjadi penyebab utama tercemarnya aliran air irigasi. Kondisi tersebut kerap merugikan petani karena berdampak pada kualitas lahan pertanian serta menurunnya hasil panen.

Ia berharap penertiban tambang ilegal dapat terus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Dengan demikian, kelestarian lingkungan tetap terjaga dan masyarakat, khususnya para petani, dapat kembali beraktivitas tanpa kekhawatiran terhadap pencemaran air maupun ancaman gagal panen.

Pos terkait