Daripohuwato.id – Proses normalisasi saluran irigasi di Kecamatan Duhiadaa terus berjalan. Sebuah ekskavator tampak bekerja mengangkat sedimen yang selama ini diduga menjadi penyebab gagal panen sejumlah petani.
Kegiatan tersebut disebut sebagai bentuk empati dan kepedulian para penambang lokal terhadap petani yang terdampak dan tengah bersiap memasuki masa tanam kembali.
“Alhamdulillah, hari ini sudah masuk hari ke-8. Kami masih terus melakukan normalisasi. Memang perlahan, tetapi kami pastikan penambang akan terus bersama petani,” ujar salah satu sumber kepada media ini.
Perwakilan penambang menyampaikan bahwa persoalan sedimen tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Namun, dengan keterbatasan yang ada, mereka berkomitmen tetap bergerak melalui semangat gotong royong bersama Tim YR.
“Kami menyadari masalah sedimen ini tidak bisa selesai seketika. Dengan segala keterbatasan, penambang akan tetap melangkah bersama petani,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa persoalan sedimen yang mengalir ke areal persawahan tidak bisa dibebankan hanya kepada penambang lokal maupun pemerintah semata. Menurutnya, perlu ada tanggung jawab bersama, mengingat di Desa Hulawa juga terdapat perusahaan pertambangan.
“Sedimen ini tidak bisa hanya jadi tanggung jawab penambang lokal atau pemerintah saja. Kita tahu baru-baru ini tanggul perusahaan jebol. Pertanyaannya, ke mana sedimen itu mengalir?” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pihak untuk duduk bersama mencari solusi tanpa saling menyalahkan.
“Ayo kita selesaikan bersama persoalan sedimen ini. Bahu-membahu tanpa saling menyalahkan. Kasihan petani, mereka butuh aksi nyata, bukan sekadar retorika dan janji tanpa tindakan,” tandasnya.






