11 Tahun Pengabdian TPP, Wawin Wartabone: Membangun Indonesia Harus Dimulai dari Desa

Daripohuwato.id – Sebelas tahun bukanlah waktu yang singkat. Ada perjalanan panjang, dinamika, tantangan, serta berbagai pengalaman yang menjadi bagian dari pengabdian Tenaga Pendamping Profesional (TPP) dalam mendampingi desa-desa di Indonesia. Selama sebelas tahun, pendamping desa hadir bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi turut menjadi bagian dari proses perubahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat desa.

Hal tersebut disampaikan Wawin Wartabone, seorang Pendamping Desa Kecamatan Buntulia yang memandang bahwa sebelas tahun perjalanan pengabdian Tenaga Pendamping Profesional merupakan momentum penting untuk merefleksikan kembali peran dan tanggung jawab pendamping desa. Menurutnya, pendampingan desa bukan hanya tentang administrasi, laporan, maupun regulasi, melainkan bagaimana memastikan masyarakat desa memiliki ruang untuk berpartisipasi, merencanakan pembangunan, serta menentukan arah kemajuan desanya sendiri.

Bacaan Lainnya

“Menjadi pendamping desa adalah sebuah perjalanan pengabdian. Tidak selalu mudah, karena di dalamnya terdapat tantangan, keterbatasan, dan dinamika di lapangan. Namun, ketika melihat desa mampu berkembang, masyarakat semakin berdaya, tata kelola pemerintahan semakin baik, serta pembangunan memberikan manfaat bagi masyarakat, di situlah kita merasakan makna sesungguhnya dari pengabdian,” ungkap Wawin Wartabone.

Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan desa bukanlah hasil kerja satu atau dua orang, melainkan buah dari kolaborasi pemerintah desa, BPD, masyarakat, pemerintah kecamatan, pemerintah kabupaten, serta seluruh unsur yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan desa. Pendamping Desa hadir untuk memfasilitasi, mengawal, memberikan penguatan, dan memastikan proses pembangunan berjalan sesuai ketentuan serta mengedepankan prinsip partisipatif, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

Sebelas tahun pengabdian ini juga menjadi pengingat bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilanjutkan. Tantangan pembangunan desa ke depan semakin kompleks, mulai dari peningkatan kualitas perencanaan, penguatan kelembagaan desa, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengembangan BUMDes, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Harapan saya, semangat pengabdian ini tidak pernah padam. Jangan pernah lelah mendampingi desa, karena membangun Indonesia harus dimulai dari desa. Sebab kemajuan bangsa tidak bisa dilepaskan dari kemajuan desa-desa yang menjadi fondasi pembangunan nasional,” tutupnya.

Pos terkait