Daripohuwato.id – Menjelang aksi demonstrasi dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day), Ketua Karang Taruna Kabupaten Pohuwato, Abdul Karim Pakaya, menyatakan sikap tegas terkait polemik yang tengah dihadapi masyarakat penambang di Kabupaten Pohuwato.
Pria yang akrab disapa Ucen Castro itu menegaskan kesiapannya untuk turun langsung ke lapangan dan berkolaborasi dengan BARA API guna memperjuangkan hak-hak masyarakat penambang.
Menurut Ucen, kehadiran Karang Taruna bukan untuk menghambat kemajuan daerah, melainkan menjadi garda terdepan dalam mengawal keadilan bagi masyarakat kecil. Ia juga menekankan bahwa investasi yang masuk ke Pohuwato harus memberikan dampak positif serta bersifat saling menguntungkan.
“Prinsipnya kami Karang Taruna tidak anti investasi. Tapi investasi yang pro rakyat, yang menyelesaikan masalah tanpa diskriminasi. Kami ingin investasi yang sama-sama menguntungkan. Rakyat untung, perusahaan juga untung,” tegasnya, Selasa (28/4/2026).
Lebih lanjut, Ucen menyoroti ketergantungan ekonomi masyarakat Pohuwato terhadap sektor pertambangan rakyat. Ia menilai, jika akses masyarakat terhadap wilayah tambang dibatasi, maka akan berdampak langsung pada kesejahteraan warga, bahkan berpotensi meningkatkan angka kemiskinan dan memicu monopoli ekonomi.
“Banyak masyarakat yang menggantungkan hidup di sektor ini. Kalau mereka tidak diberi ruang untuk mengelola, lalu apa lagi mata pencaharian mereka? Jujur saja, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pohuwato juga ditopang oleh hasil produksi para penambang rakyat,” tambahnya.
Sebagai bentuk komitmen, Ucen memastikan bahwa Karang Taruna Kabupaten Pohuwato siap mengabdikan diri dan turut serta dalam aksi bersama BARA API.
“Kalau untuk aksi, kami siap untuk bergabung,” pungkasnya.







