Daripohuwato.id – Pengembangan sektor pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam dan potensi destinasi. Dukungan sumber daya manusia yang kompeten, khususnya dalam promosi, komunikasi, dan membangun jejaring kerja sama, juga menjadi faktor penting untuk mendorong kemajuan pariwisata daerah.
Hal tersebut menjadi perhatian Anggota DPRD Kabupaten Pohuwato, Rizal Pasuma. Ia berharap calon Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Porapar) Pohuwato memiliki kemampuan bahasa Inggris, keterampilan berbicara di depan publik (public speaking), serta kecakapan komunikasi lintas budaya.
Menurut Rizal, penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, perlu menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan calon pimpinan instansi tersebut. Terlebih, Pohuwato semakin terbuka terhadap investasi dan peluang kerja sama dengan berbagai pihak.
“Bahasa asing, dalam hal ini minimal bahasa Inggris, harus dikuasai oleh calon kadis nanti agar bisa mendukung promosi sektor pariwisata karena semakin terbuka Pohuwato untuk investasi,” ungkap Rizal Pasuma, Minggu (11/10/2026).
Ia menilai, Kepala Dinas Porapar tidak hanya dituntut mampu menjalankan program pemerintahan dan mengelola potensi destinasi wisata. Lebih dari itu, pejabat tersebut juga diharapkan mampu menjadi representasi daerah saat berinteraksi dengan investor, wisatawan, maupun mitra kerja dari berbagai latar belakang.
Kemampuan komunikasi yang baik dinilai penting untuk memperkenalkan potensi pariwisata Pohuwato, membangun jejaring kemitraan, serta meyakinkan pihak luar bahwa daerah memiliki kesiapan untuk mengembangkan sektor pariwisata secara berkelanjutan.
Bagi Rizal, kemampuan menyampaikan gagasan secara jelas dan profesional turut menentukan efektivitas komunikasi pemerintah dengan pihak luar. Karena itu, keterampilan public speaking dan komunikasi lintas budaya perlu menjadi perhatian, tanpa mengesampingkan kompetensi teknis, pengalaman birokrasi, serta kemampuan manajerial.
Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan investasi dan terbukanya peluang kerja sama menuntut aparatur pemerintah yang adaptif terhadap perubahan. Pemimpin perangkat daerah harus mampu membaca peluang, membangun kolaborasi, dan menerjemahkan potensi lokal menjadi daya tarik yang dapat dikenal lebih luas.
Sorotan tersebut mengemuka menjelang berakhirnya masa pengabdian Kepala Dinas Porapar Pohuwato saat ini, Rusmiyati Pakaya, yang dalam waktu dekat memasuki masa pensiun.
Momentum pergantian kepemimpinan ini diharapkan menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk menghadirkan figur yang tidak hanya memenuhi persyaratan administratif dan memiliki pengalaman birokrasi, tetapi juga mampu menjawab tantangan pengembangan pariwisata, terutama dalam aspek promosi dan perluasan kerja sama.
Dengan demikian, penentuan calon Kepala Dinas Porapar bukan sekadar mengisi jabatan yang akan ditinggalkan, melainkan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat strategi pembangunan pariwisata Kabupaten Pohuwato.
Rizal berharap, penguasaan bahasa Inggris, kemampuan berbicara di depan publik, serta kecakapan komunikasi lintas budaya dapat menjadi nilai tambah bagi calon pimpinan Porapar. Bekal tersebut dinilai penting untuk memperkenalkan keunggulan Pohuwato, membuka peluang kemitraan, dan memperluas promosi pariwisata hingga ke tingkat nasional maupun internasional.
Di tengah persaingan antardaerah dalam menarik wisatawan dan investasi, potensi alam perlu didukung oleh sumber daya manusia yang mampu mengemas serta mengomunikasikan keunggulan daerah secara profesional. Dengan begitu, sektor pariwisata Pohuwato diharapkan dapat berkembang lebih kompetitif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.








