Aliansi BARA API Batalkan Aksi May Day, Pilih Jalur Dialog dan Diplomasi

Daripohuwato.id – Aliansi BARA API resmi membatalkan rencana aksi unjuk rasa dalam momentum Hari Buruh Internasional (May Day) yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 1–7 Mei 2026.

Keputusan tersebut disampaikan Jenderal Lapangan BARA API, Yosar Ruiba, pada Kamis (30/4/2026), sebagai tindak lanjut dari pengumuman rencana aksi yang telah beredar sebelumnya.

“Pembatalan ini dilakukan setelah melalui berbagai pertimbangan strategis, termasuk hasil komunikasi dan pertemuan dengan sejumlah pihak terkait,” ujar Yosar.

Ia menjelaskan, salah satu faktor utama pembatalan adalah hasil komunikasi intensif antara pemrakarsa aksi dengan Pemerintah Daerah, khususnya Bupati Pohuwato, terkait sejumlah tuntutan yang diajukan massa.

Selain itu, pertemuan yang digelar pada 30 April 2026 dan melibatkan pemrakarsa aksi, Bupati Pohuwato, unsur pimpinan DPRD Pohuwato, serta pihak perusahaan PGM dinilai menghasilkan langkah diplomasi yang adaptif.

“Tujuh poin aspirasi yang kami bawa telah dibahas secara langsung, termasuk yang ditujukan kepada pihak perusahaan,” jelasnya.

Yosar juga menyebut imbauan dari berbagai tokoh lintas sektor sebagai pertimbangan penting dalam pengambilan keputusan tersebut, terutama terkait menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Imbauan dari pemerintah kecamatan, desa, hingga tokoh masyarakat menjadi perhatian serius bagi kami,” katanya.

Meski aksi dibatalkan, BARA API menegaskan tetap akan mengawal tujuh poin tuntutan melalui pendekatan yang lebih persuasif.

“Kami tetap berjuang, namun melalui jalur musyawarah dan dialog yang konstruktif,” tegas Yosar.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan BARA API setelah pembatalan aksi ini.

“Jika ada kelompok tertentu yang membawa nama BARA API untuk melakukan aksi massa, maka itu bukan bagian dari kami,” ujarnya.

Lebih lanjut, BARA API menegaskan penolakan terhadap segala bentuk tindakan anarkis dalam menyampaikan aspirasi.

“Perjuangan tidak boleh dilakukan dengan cara anarkis, kekerasan, maupun merusak fasilitas umum,” tambahnya.

Ke depan, BARA API akan mengedepankan strategi yang disebut sebagai “parlemen ruangan”, yakni melalui komunikasi, koordinasi, dan diplomasi yang persuasif serta humanis.

Di akhir pernyataannya, Yosar menyampaikan apresiasi sekaligus permohonan maaf kepada seluruh pihak.

“Atas nama pribadi dan organisasi, kami memohon maaf apabila terdapat hal-hal yang kurang berkenan. Terima kasih atas dukungan semua pihak,” tutupnya.

Berikut bunyi surat penundaan/pembatalan aksi unjuk rasa 1 Mey 2026 :

Teriring salam dan doa, semoga Allah SWT senantiasa membersamai rutinitas keseharian kita sekalian.

Sehubungan dengan rencana aksi unjuk rasa pada momentum May Day yang akan kami gelar pada besok hari, Jum’at O1 Mei s/d Kamis 07 Mei 2026. Melalui kesempatan ini kami menyampaikan pemberitahuan susulan bahwa rencana aksi unjuk rasa sebagaimana dimaksud masih ditunda/dibatalkan sampai pada batas waktu yang tidak ditentukan, setelah mempertimbangkan poin-poin berikut :

  1. Hasil komunikasi kolaboratif yang intensif antara Pemrakarsa dengan Pemerintah Daerah;
  2. dalam hal ini Bupati Pohuwato bertalian dengan beberapa poin tuntutan massa aksi yang ter-address ke Pemerintah;
  3. Hasil diplomasi yang adaptif pada hari Kamis 30 April, antara Pemrakarsa, Bupati Pohuwato, Unsur Pimpinan DPRD Pohuwato dan pihak perusahaan kaitan 7 poin aspirasi yang ter-address langsung ke pihak PGP atau perusahaan;
  4. Himbauan penundaan/pembatalan aksi unjuk rasa dari lintas tokoh, baik dari tokoh pemerintahan, kecamatan dan desa maupun dari tokoh masyarakat sebagaimana yang telah beredar di media-media pemberitaan online Pohuwato tentang kondisi kamtibmas; dan. 
  5. Usai menimbang dan menyimpulkan situasi seperti yang disebutkan pada poin I s/d poin 3.Pemrakarsa aksi ‘relatif adaptif untuk tetap terus memperjuangkan dan mengawal 7 poin yang menjadi tuntutan melalui jalur musyawarah atau rapat pertemuan secara persuasif.

Dalam pernyataan tertulisnya, Yosar menambahkan 3 point penting yakni :

  1. Bilamana pasca surat pemberitahuan pembatalan aksi unjuk rasa ini disampaikan ke pihak Polres, kemudian muncul kelompok-kelompok tertentu membawa bendera dari, untuk dan atas nama BARA API ataupun pemrakarsa aksi untuk melakukan satu dan lain hal kaitan aksi massa dan lain sebagainya maka hal itu tidak benar;
  2. Apapun yang sedang kita perjuangkan dari, untuk dan atas nama rakyat tidak boleh memakai cara anarkis, chaos, kekerasan ataupun merusak fasilitas umum. Mempertimbangkan situasi dan kondisi tersebut maka langkah penundaan dan atau pembatalan ini dilakukan; dan
  3. BARA API tetap akan berjuang namun dengan cara cara “parlemen ruangan” dengan tetap mengedepankan pola komunikasi, koordinasi dan diplomasi yg persuasif serta humanis.

Pos terkait