Daripohuwato.id – Anggota DPD RI, Syarif Mbuinga, menikmati malam tradisi Tumbilotohe bersama masyarakat Kabupaten Boalemo usai menghadiri kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Rumah Dinas Wakil Bupati Boalemo, Senin malam, 16 Maret 2026.
Suasana kebersamaan sudah terasa sejak kegiatan buka puasa bersama berlangsung. Masyarakat tampak hadir dan berkumpul dalam nuansa penuh kehangatan.
Setelah buka puasa dan salat Magrib berjamaah, Syarif Mbuinga bersama Bupati Boalemo Rum Pagau, Wakil Bupati Boalemo Lahmudin Hambali, Ketua DPRD, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, camat dan kepala desa se-Boalemo, tokoh agama, serta tokoh masyarakat, turut melakukan pemasangan lampu Tumbilotohe sebagai bagian dari tradisi khas Gorontalo.
Dalam kesempatan itu, Syarif Mbuinga mengaku bahagia dan terharu bisa merasakan langsung suasana malam Tumbilotohe bersama masyarakat Boalemo.
“Saya bahagia dan terharu bisa menikmati malam Tumbilotohe di Boalemo bersama Pemerintah Boalemo, Pak Bupati, Pak Wakil Bupati, Forkopimda, dan masyarakat. Tradisi ini sangat luar biasa dan saya berharap terus dijaga serta dilestarikan oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Boalemo di bawah kepemimpinan Bupati Rum Pagau yang dinilai terus menjaga dan melestarikan budaya daerah.
“Saya mengapresiasi pemerintahan Bupati Rum Pagau. Saya bersyukur dan terharu bisa membersamai masyarakat dalam tradisi budaya Tumbilotohe ini. Saya juga bangga karena Boalemo menjadi salah satu daerah di Provinsi Gorontalo yang mengikuti lomba Tumbilotohe,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Boalemo Lahmudin Hambali menyampaikan apresiasi atas kunjungan Syarif Mbuinga yang hadir dan bersilaturahmi langsung dengan masyarakat Boalemo.
“Kami sangat mengapresiasi kunjungan beliau di tengah masyarakat Boalemo. Terima kasih sudah berkunjung dan bersama-sama menikmati tradisi Tumbilotohe,” kata Lahmudin.
Tradisi Tumbilotohe sendiri merupakan warisan budaya masyarakat Gorontalo yang dilaksanakan menjelang Idulfitri dengan menyalakan ribuan lampu di halaman rumah, jalan, dan fasilitas umum. Tradisi ini menjadi simbol penerangan, kebersamaan, serta semangat menjaga nilai-nilai budaya di tengah masyarakat.
