Daripohuwato.id – Menjelang peringatan Hari Buruh, rencana aksi demonstrasi yang akan digelar oleh Aliansi Bara Api dengan membawa tujuh tuntutan serta estimasi massa hingga 5.000 orang mendapat perhatian dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Ketua IKA PMII, Hasan Poiyo, yang mengimbau agar semua pihak mengedepankan dialog dan menjaga stabilitas daerah.
Kepada awak media, Kamis, (30/4/2026). Hasan Poiyo menyampaikan bahwa aksi dalam skala besar berpotensi menimbulkan gangguan terhadap stabilitas sosial dan ketertiban umum di daerah. Oleh karena itu, ia menilai langkah musyawarah menjadi pendekatan yang lebih bijak guna mencari titik temu antara aspirasi massa aksi dan kebijakan pemerintah.
“Jika aksi tetap dilaksanakan tanpa komunikasi yang baik, tentu ada potensi gangguan stabilitas daerah. Maka dari itu, saya mengajak semua pihak untuk mengedepankan musyawarah agar ditemukan solusi terbaik,” ujarnya.
Hasan juga meminta kepada pemerintah daerah, Aliansi Bara Api, serta pihak-pihak terkait lainnya untuk kembali mempertimbangkan rencana aksi tersebut dengan kepala dingin. Ia menekankan pentingnya membuka ruang dialog yang konstruktif agar setiap tuntutan dapat dibahas secara proporsional dan menghasilkan keputusan yang saling menguntungkan.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kepentingan bersama sebagai masyarakat Pohuwato harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, menjaga kondusivitas daerah adalah tanggung jawab kolektif yang tidak bisa diabaikan.
“Kita semua mencintai daerah ini. Sudah seharusnya kita hidup berdampingan, saling memahami, dan mencari solusi tanpa harus menimbulkan gejolak,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Hasan Poiyo juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga nama baik daerah, khususnya Kabupaten Pohuwato yang dikenal dengan sebutan Bumi Panua.
“Mari kita jaga marwah dan nama baik daerah kita. Setiap langkah yang diambil hendaknya mempertimbangkan dampak jangka panjang bagi daerah yang kita cintai bersama,” tutupnya.






