Daripohuwato.id – Ketua DPD I KNPI Provinsi Gorontalo, Riyanto Ismail, mengingatkan pemuda di Kabupaten Pohuwato agar tidak hanya menjadi penonton di tengah berbagai persoalan daerah, khususnya di tengah kondisi geopolitik global yang kian tidak menentu.
Pesan tersebut disampaikan Riyanto saat memberikan sambutan pada pelantikan KNPI Kabupaten Pohuwato periode 2026–2029.
Menurutnya, situasi geopolitik dunia saat ini turut berdampak pada kondisi ekonomi nasional hingga ke daerah, termasuk kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) seperti Dexlite dan jenis lainnya.
“Pemuda harus mampu membaca perkembangan yang terjadi saat ini. Dampaknya sudah dirasakan hingga ke daerah, termasuk oleh para petani di Kabupaten Pohuwato,” ujar Riyanto.
Ia menjelaskan, meskipun kebijakan kenaikan BBM memiliki pertimbangan tertentu dari pemerintah, khususnya untuk menjaga stabilitas sektor usaha, namun dampaknya terhadap masyarakat tidak bisa diabaikan.
Riyanto mencontohkan, kenaikan harga BBM turut memicu lonjakan harga bahan pokok di Kabupaten Pohuwato dan Provinsi Gorontalo dalam waktu yang relatif singkat.
“BBM belum lama naik, tetapi harga bahan pokok sudah mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Ini harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Riyanto menegaskan bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam mengawal kebijakan pemerintah agar tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat.
“Pemuda tidak bisa hanya menjadi penonton di daerah ini,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya memanfaatkan bonus demografi yang dimiliki saat ini, terutama di Gorontalo yang memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar.
Karena itu, ia mendorong adanya kolaborasi antara pengelolaan sumber daya alam dan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar berjalan seimbang.
Selain itu, Riyanto menyinggung persoalan kemiskinan dan minimnya lapangan pekerjaan yang masih menjadi tantangan utama di Gorontalo, termasuk di Kabupaten Pohuwato.
Ia meminta pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, untuk menyusun strategi konkret dalam membuka lapangan kerja, terutama di tengah masuknya investasi besar di daerah.
“Ada investasi besar yang masuk, tetapi jangan sampai pengangguran tetap tinggi. Lebih parah lagi jika tenaga kerja dari luar daerah yang justru diprioritaskan,” ujarnya.
Riyanto juga mengingatkan pentingnya keberpihakan terhadap masyarakat lokal dalam setiap kebijakan pembangunan.
“Mengutip pesan Nabi, ketika ingin mensejahterakan orang lain, sejahterakan dulu keluarga sendiri. Artinya, masyarakat lokal harus menjadi prioritas,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, ia berharap pemerintah daerah dapat memperkuat sinergi dengan pemuda dalam mendorong pembangunan daerah yang lebih baik.
“Kami berharap pemerintah daerah bisa bersinergi dengan pemuda untuk membangun Kabupaten Pohuwato agar lebih maju dan berkembang,” pungkasnya.






