Daripohuwato.id – Komunitas penambang di Bulangita, Kabupaten Pohuwato, menunjukkan aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan dengan melakukan normalisasi aliran sungai secara swadaya. Kegiatan tersebut mencakup tiga wilayah, yakni Desa Bulangita, Desa Teratai, dan Desa Palopo.
Normalisasi sungai dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab sosial para penambang terhadap kondisi lingkungan sekitar, sekaligus menjadi langkah mitigasi banjir menjelang musim penghujan.
Saat ini, proses pengerjaan disebut telah memasuki tahap akhir. Hanya tersisa beberapa ratus meter lagi sebelum seluruh aliran sungai rampung dibenahi.
Upaya tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Evan, warga Desa Teratai, menilai keterlibatan langsung para penambang dalam pembenahan sungai menjadi bukti adanya kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Ini membuktikan bahwa sinergi antara pelaku usaha dan masyarakat dalam menjaga lingkungan bisa berjalan beriringan. Kehadiran alat berat dan tenaga dari para penambang sangat membantu mempercepat proses pembersihan sungai,” ujar Evan, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, normalisasi sungai sangat penting karena sebelumnya sejumlah titik mengalami pendangkalan yang berpotensi memicu luapan air saat curah hujan tinggi.
Warga juga berharap proses normalisasi dapat segera dituntaskan agar manfaatnya bisa dirasakan secara maksimal, terutama bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai.
“Kami berharap pekerjaan ini terus dikawal hingga selesai sebelum puncak musim hujan tiba. Jika aliran sungai sudah bersih dan lebih dalam, masyarakat tentu akan merasa lebih aman dari ancaman banjir,” tambahnya.
Kegiatan normalisasi sungai yang melibatkan kolaborasi masyarakat dan komunitas penambang ini diharapkan dapat menjadi contoh penanganan lingkungan berbasis gotong royong di daerah lain di Kabupaten Pohuwato.







